JANGAN JADI AHLI SIRIK TAPI JANGAN JUGA JADI ATEIS

Sabtu, 07 Mei 2011

wirid sakti pemangil ruh



Awal Juni 2007, Redaksi Majalah Ghoib menerima sepucuk surat dari seorang bapak di Riau. Surat tertanggal 31 Mei itu, ditulis dengan menggunakan tinta hitam dalam dua lembar kertas folio. Dalam surat itu, ia meminta bantuan kepada untuk memusnahkan beberapa benda dan amalan yang telah lama disimpannya. “Mungkin karena kedangkalan pemahaman agama keluarga besar kami, maka selama beberapa tahun kami mengamalkan hal-hal seperti ini,” tulisnya dalam paragraf pembuka. Selanjutnya ia menceritakan, bahwa semua benda dan amalan yang dikirimkannya itu adalah miliknya.

Aktifitas seperti ini, menurutnya sudah menjadi turunan sejak dahulu kala. Bahkan kakek buyutnya konon pernah menuntut ilmu kanuragan selama bertahun-tahun. Pada perkembangan-nya, semua aktivitas ini menurun kepada anak cucunya hingga sekarang. “Wah dosa saya mungkin sudah tidak terkira ya! Sekarang kami ingin hidup tanpa kemusyrikan, benar-benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah,” tulisnya lagi.
Selanjutnya ia menceritakan tentang keadaan adiknya yang mengalami gangguan aneh. Selama sebulan terakhir, adiknya sering mengamuk. Kejadian seperti itu dialami adiknya sebelum diwisuda pada Februari 2007. Mengamuknya hilang-timbul. Kambuhan. Ia semakin bingung, setelah beberapa orang mengatakan hal-hal yang aneh tentang adiknya. Ada yang mengatakan bahwa adiknya diguna-guna. Ada juga yang mengatakan Bahwa adiknya stress akibat nenyusun skripsi. Bahkan ada yang bilang bahwa adiknya itu ketempelan jin kakeknya. Semua pernyataan tersebut semakin membuatnya bingung. “Makanya, selain menyerahkan benda-benda dan amalan ini, kami bertanya kepada Majalah Ghoib banyak hal, supaya hati kami menjadi tentram. Semoga Allah merestui dan meridhoi, serta mengabulkan semua hajat kita. Amin ya Robbal aalamin,”  tulisnya dalam penutup cerita.

Bentuk Jimat
Selain mengirimkan sebuah jimat berbentuk tasbih. Bapak ini juga mengirimkan sebuah amalan berupa wiris-wirid yang diberi nama Ajian Sapujagad. Ajian ini berbentuk wirid-wirid yang dutuliskan dalam dua lembar kertas berbahasa Arab yang ditulis tangan. Ajian ini terdiri dari ajian pokok dan wiris pokok yang terdiri dari bacaan syahadat, sholawat, serta bacaan ayat-ayat al-Qur’an.

“Kesaktian”  Jimat
Ajian ini memiliki manfaat yang sangat banyak, diantaranya: agar dicintai orang khusus, agar disenangi dan dikagumi banyak orang, lebih berwibawa, agar dagangan laris, mempercepat jodoh, memukul lawan langsung pingsan, menghilang dari pandangan orang lain, serta yang sangat aneh adalah bisa memanggil roh atau sukma orang lain. Caranya, baca ajian pokok dengan niat dan doa memanggil roh orang tersebut yang masih hidup. Selanjutnya membaca beberapa surat al-Qur’an dari juz 30. Kemudian sebutkan orang tersebut dan bayangkan wajahnya. Setelah roh itu datang, maka bisa berdialog atau menyampaikan pesan. Ritural ini sebaiknya dilakukan pada malam hari, karena kalau dipanggil pada saat orangnya dalam keadaan masih terbangun, ia akan mengantuk dan tertidur. Untuk bisa melakukan ini, maka harus sering berlatih. Walaupun orang yang mengadakan ritual belum mampu melihat roh tersebut, tetapi ia sudah datang di hadapannya, oleh karena itu agar roh tadi di suruh kembali ke tempat asalnya.

Bongkar Jimat
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Kata nabi, orang yang terbaik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi orang terbaik itu adalah orang yang pernah melakukan kesalahan, lalu segera memperbaikinya serta memohon ampun kepada Allah SWT. Kesadaran menusia untuk memperbaiki dirinya, itulah hal yang paling dicintai Allah. Dalam kasus bapak ini, lagi-lagi kita menemukan amalan-amalan yang menyesatkan yang diberikan oleh seorang dukun. Para dukun tersebut, telah mempergunakan kalimat basmalah, syahadat, shalawat serta beberapa surat dari al-Qur’an untuk perkara yang bathil. Jelas, ini merupakan penghinaan kepada kalimat-kalimat thayyibah tersebut. Para dukun itu telah menjadikan kalimat-kalimat itu untuk aktifitas yang musyrik. Bersekutu dengan jin. Ritual memanggil roh adalah sebuah ritual yang tidak dibenarkan dalam lslam. Karena roh seseorang itu, hanya bisa dipanggil oleh Allah lewat malaikat pencabut nyawa. Kemudian orang tersebut akan mati.
Kita terkadang terkecoh dengan sebutan dukun baik yang berpakaian ustdaz, jika praktiknya menolong orang seperti agar dagangan laris atau memberikan kesaktian untuk kebaikan. Tanpa melihat dari mana dukun itu mendapatkan kesaktian, yang penting digunakan untuk kebaikan. Dukun seperti ini disebut baik, karena tidak menjalankan praktik santet atau gendam dan yang lainnya. Padahal, dalam pandangan syari’at, tidak ada bedanya jenis dukun yang di sebut baik, dengan yang jahat karena santetnya. Keduanya mendapatkan sumber amunisi yang sama, yakni dari syetan. Jangan terkecoh dengan orang yang memberikan amalan dari ayat-ayat suci al-Qur’an, padahal amalan tersebut tanpa terasa telah merusak aqidah kita, seperti ritual pemanggilan roh orang yang masih hidup atau yang sudah mati. Sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi.

Dalam surat al-Isra ayat 85 Allah SWT telah menjelaskan, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.  Katakanlah: “Roh itu adalah perkara Tuhan-ku; dan kami tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan sedikit saja”. Berdasarkan ayat ini, dapatlah difahami bahwa roh itu adalah urusan Allah. Manusia tidak tahu menahu mengenainya kecuali sekadar apa lang diajarkan oleh Allah kepada mereka, karena perkara roh adalah salah satu perkara yang dirahasiakan Allah  dengan ilmu-Nya dan hal itu tertutup dari pengetahuan makhluk. Kalau ada dukun yang bisa melakukan hal tersebut, maka ia telah mendahului Allah. Maka Adzab Allah sangatlah pedih baginya.

0 komentar:

Poskan Komentar